Header Ads

Link Banner

Kasus Korupsi Gedung Fisip Unri sudah naik ke Penyidikan, Tapi Kejari Belum Terima SPDP

berita.riauniaga.com Universitas Riau - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru meningkatkan status penyelidkkan dugaan mark up pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau ke penyidikan. Namun, Kejaksaan Negeri Pekanbaru mengaku belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik.  

“Belum. Belum ada (SPDP dari Sat Reskrim Polresta Pekanbaru,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Dharma Natal, Senin (1/2/2016).

Dharma menyebutkan, sejatinya penyidik Polresta Pekanbaru memngirimkan SPDP begiti kasus tersebut dinaikkan ke penyidikan. Hal tersebut agar ada kejelasan dalam proses penanganan perkara.

“Ya, sesegera mungkin (dikirimkan SPDP-nya). Untuk lebih jelas, silahkan tanya ke mereka (Sat Reskrim Polresta Pekanbaru,red),” sambung Dharma. Data dihimpun, penanganan kasus ini dilakukan Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Pekanbaru dan telah memeriksa puluhan saksi.

Dari puluhan saksi tersebut, diduga terdapat orang yang akan menjadi pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini. Meski begitu, Penyidik Sat Reskrim Polresta Pekanbaru belum kunjung menetapkan tersangka dalam kasus ini. Untuk diketahui, pembangunan gedung Fisip UR tersebut dibiayai lewat APBN tahun 2012 dengan pagu anggaran sebesar Rp9,7 miliar. Hal Itu tertera dalam website lpse.unri.ac.id dengan proses lelang dengan kode 12499.

Dalam proses pengerjaannya, diketahui jika gedung tidak sesuai dengan spesifikasi mulai dari pengadaan dan penyelesaiaan. Dari informasi unit tipikor Satreskrim Polresta Pekanbaru setidaknya, terdapat mark up senilai Rp1 miliar lebih.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.