Header Ads

Link Banner

Bungkasai 2016, Hima Satori angkat tema Midori sosialisasi di Cfd

riaubook.com, Universitas Riau - Perayaan Festival Bunkasai di Universitas Riau (UR) Tahun 2016 mempunyai makna berbeda dari tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Sadam Husin, Bupati Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang, Minggu (13/3/) saat ditemui di Car Free Day, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
 
"Bedanya bunkasai tahun lalu yaitu tahun lalu temanya Matsuri dalam Bahasa Indonesia adalah festival, itu seperti ada berbagai festival-festival di Jepang termasuk festival musim seminya, dan musim gugurnya," ujar Ketua Hima Satori sebutan Bupati Mahasiswa di Pendidikan Bahasa Jepang, Sadam Husin.
 
"Dan tahun ini kami mengangkat tema Midori, yang artinya hijau," lanjut terang Sadam Husin.  Penentuan tema Midori ini dikatakan Sadam Husin, karena ini berkaitan dengan penghijauan. Dimana Pekanbaru lagi marak-maraknya pemograman Go Green dan tentunya di seluruh penjuru Indonesia.  Selain itu, maksud dari tema Midori ini adalah agar masyarakat Pekanbaru bisa menirukan Negara Jepang dalam mengelola sampah.
 
"Jadi kami ada program untuk bisa menirukan Negara Jepang dalam mengondisikan sampah-sampah yang ada di sekitar kita," ujar Sadam Husin.  Untuk menyesuaikan tema dan programnya, Festival Bunkasai ini nantinya akan dipenuhi dengan dekorasi-dekorasi berbahan daur ulang.
 
"Bisa dilihat besok semua yang dipakai dalam dekorasi (Festival Bunkasai) itu dari bahan daur ulang semua," ujar Sadam Husin.  Pada Festival Bunkasai ini nantinya akan diadakan kuliah umum untuk mengetahui bagaimana sistem kebersihan di Jepang agar dapat menjadi informasi kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan Kota Pekanbaru melalui tata kelola pembuangan sampah.
 
"Selain ada kontes-kontes, nantinya akan ada juga event kuliah umum, yang mau tahu sistem kebersihan di Jepang. Cara pembuangan sampah di Jepang itu ada kuliah umumnya untuk menjelaskan itu," kata Aditio, Ketua Pelaksana Festival Bunkasai 2016 UR.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.