Header Ads

Link Banner

International Security in Criema : Why Crimea Matters for Rusia? View of Geostrategic and Geopolitics Perspective.

Universitas Riau - Azhari Setiawan Alumni International Relations University of Riau - Sejak lahirnya di tahun 1900an, kajian tentang keamanan selalu menjadi topik hangat yang selalu dibicarakan oleh para penstudi HI. Perdebatan intelektual HI tidak pernah mengabsenkan keamanan dalam pembahasannya. Saat mendengar keamanan internasional kita akan selalu membahas tentang Balance of Power dan Security Dilemma. Di saat isu-isu keamanan telah mengalami transformasi diiringi dengan melejitnya isu-isu non-militer, konstelasi politik internasional menarik perhatian kita pada krisis di Crimea, Ukraina. 
 
Krisis Crimea ini dipicu oleh sikap presiden Victor Yanukovych yang menarik perjanjijan asosiasi dengan Uni Eropa November tahun lalu. Keputusan krusial ini memicu terjadinya protes besar-besaran dari rakyat Ukraina. Krisis ini kemudian memanas setelah Rusia mengirim personil militernya untuk melakukan aneksasi di Crimea dengan asas “situation taking control”. Tentu saja aneksasi Rusia di Crimea ini banyak mendapat kecaman oleh dunia internasional, seperti Amerika Serikat dan Eropa.
 
Crimea terletak di pantai utara laut hitam. Berada di Ukraina dan diapit oleh Rusia dan Romania. Crimea memiliki ikatan budaya dan kultural yang kuat dengan Rusia. Enam puluh tahun lalu, Crimea merupakan bagian dari teritorial Rusia. Crimea secara kontroversial ditransfer oleh pemimpin Soviet, Nikita Khruschev pada tahun 1954. Tiga puluh tahun kemudian, setelah runtuhnya Soviet, hal ini menjadi legitimasi bagi Crimea menjadi bagian dari teritorial Ukraina. Ikatan historis dan kultural yang kuat ini menyulitkan bagi Rusia untuk menentukan realitas dari Ukraina yang independen. Rusia merasa perlu melindungi rakyatnya dan kepentingannya di Ukraina saat krisis, khususnya di Crimea. Hal inilah yang menjadi dalih Rusia menginvasi Crimea.
           
Tentunya, aspek historis saja tidak akan dapat menjelaskan krisis Crimea secara komprehensif mengenai apa yang terjadi dibalik invasi Rusia di Crimea. Port of Sevastopol adalah titik vital yang menjadi tujuan bagi Rusia menginvasi Crimea. Titik ini adalah titik vital bagi armada maritim militer Rusia di Laut Hitam dan sekitaran Mediterania. Mengapa Crimea menjadi sangat begitu penting bagi Rusia? Berikut adalah pernyataan Kathrin Hille menjelaskan: 
“The base is of critical importance as Russia seeks to regain some of the global clout that has been dwindling since the disintegration of the Soviet empire.

Under agreements signed with Ukraine in 2010, the Russian military can continue to use Sevastopol until 2042, with an option of extending the lease to 2047. As recently as December Vladimir Putin, the Russian president, called the Black Sea fleet’s presence in Sevastopol a key factor for regional security.

The base’s significance was highlighted during the 2008 war with Georgia, when the Russian fleet staged blockades in the Black Sea and was used to launch amphibious landings. It has also proved its usefulness to Russia in the Libya crisis, anti-piracy missions in the Indian Ocean and Moscow’s role in dismantling Syria’s chemical weapons.

The Russian navy has about 15,000 personnel stationed in the Crimean base under an agreement with Ukraine that permits a maximum of 25,000 Russian military personnel to be stationed in the region.”

Basis atau pangkalan militer menjadi alasan utama bagi Rusia menginvasi Crimea. Crimea adalah titik strategis bagi pangkalan militer laut Rusia di Laut Hitam. Sevastapol menjadi semakin penting bagi Rusia ketika Rusia dipaksa untuk berhenti menggunakan basis militer laut di pelabuhan Tartus di Suriah sebagai konsekuensi setelah akhir perang saudara.

Selain itu Rusia juga ingin mengubah Novorossiysk, kota di Laut Hitam yang sebelumnya telah menjadi pelabuhan komersial terbesar, menjadi pangkalan militer skala penuh. Pemerintah Rusia telah menggunakan pelabuhan ini dengan memulai mengoperasikan kapal-kapal AL kecil. Crimealah yang menjadi satu-satunya titik vital yang dapat mendukung operasi Rusia ini. 

Analisis lain juga mengangkat isu lain mengenai motif Rusia menginvasi Crimea. Selain isu basis militer maritim, Rusia juga menggunakan Crimea sebagai jaringan utama gas alam yang menjadi potensi utama bagi perekonomian Rusia. Tiga puluh persen gas alam Eropa dialirkan melalui jaringan pipa dari Moskow ke Eropa. Crimea adalah salah satu titik penting bagi jalur aliran gas alam ini.

Berdasarkan pemaparan ini, saya meyakinkan bahwa apa yang terjadi antara Rusia murni sebagai kajian geostrategi dan geopolitik. Tentunya teman-teman sekalian yang tertarik untuk mengkaji kasus ini baik dari sudut pandang Rusia ataupun dunia internasional jangan lupa untuk menyertakan postulat-postulat tentang geostrategi dan geopolitik yang dikemas dalam kerangka keamanan internasional dan juga ekonomi politik internasional ketika teman-teman memfokuskan pada isu aliran gas alam.

 
About the Author
Azhari Setiawan is academician at Postgraduate Program of International Relations Department, Universitas Indonesia. He is also a researcher at Center of ASEAN Community Studies, Universitas Riau.
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.