Header Ads

Link Banner

Kapolda Riau di Mutasi Karena Kaitannya Dengan Karhutla ? Andres : Kapolda sombong

riaubook.com, Universitas Riau - Menanggapi kabar mengenai tindakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Badrodin Haiti yang memutasi Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau, Andres Pransiska langsung memuji langkah tegas tersebut. "Tentu saya apreasisasi langkah Jokowi yang berani mencopot Kapolda Riau," jelas Andres Pransiska kepada RiauBook.com di Pekanbaru, Selasa (15/3/).
 
Sebagaimana diketahui, di bulan Januari yang lalu dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mengenai upaya pencegahan kebakaran hutan di Istana Negara, Jakarta, Jokowi dihadapan kepala daerah sempat mengeluarkan pernyataannya untuk mencopot Kapolda, Pangdam, Danrem, Kapolsek, Dandim dan unsur lainya.
 
"Saya sudah janjikan sama Kapolri dan Panglima TNI mengenai reward dan punisment. Yang terbakar makin banyak, semakin gede (besar), ganti dan copot. Yang baik, tentu saja mendapat punisment," kata Jokowi, saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi kebakaran hutan di Istana Negara, Senin (18/1/).
 
Ditambahkan Andres, mutasi Kapolda Riau jelas itu atas perintah langsung Presiden Jokowi. Soal kenapa di mutasi, dirinya menilai ada kaitanya dengan kebakaran lahan dan hutan yang kembali terulang di tahun 2016 ini.  "Menurut saya ini (mutasi Kapolda Riau) ada kaitanya dengan permasalahan Karlahut di Provinsi Riau," beber Andres, sapaan akrab Presma Bem Unri ini.
 
Ketika ditanya mengenai prestasi yang sudah dibuat Brigjen Dolly, Andres justru menuturkan banyak pekerjaan rumah belum dituntaskannya. Misalnya kata Andres, ada 18 perusahaan pembakar lahan di tahun 2015 tidak jelas penyelesaian perkaranya. Lebih lanjut, Andres pria 22 tahun ini menganggap Brigjen Dolly orangnya tidak ramah alias sombong.
 
"Ya syukur-syukur kalau di mutasi. Karena orangnya (Kapolda Riau) agak sombong," ungkap Andres singkat.  Diceritakan Andres, ketika Bem Unri kunjungan sekaligus berdiskusi di kantor Polda Riau pada bulan Januari yang lalu, dirinya beserta pengurus Bem Unri mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan.
 
"Bisa saya lihat dari cara penyambutannya, kemudian menjawab pertanyaan dari mahasiswa nampak angkuh. Bahasa tubuhnya itu nampak kalau sombong," kata Andres sambil menerangkan kejadian waktu itu.  Mengenai pengganti Brigjen Dolly, Andres yang mewakili suara mahasiswa Universitas Riau ini berharap agar Kapolda Riau yang baru berani menindak perusahaan-perusahaan besar pembakar lahan dan hutan di Riau.
 
"Saya berharap Kapolda yang baru nanti punya semangat menangani Karlahut. Dan harus "anti koper", tolakduitdari perusahaan," jelas Andres menambahkan.
"Saya berharap Kapolda yang baru nanti punya semangat menangani Karlahut. Dan harus "anti koper", tolakduitdari perusahaan," jelas Andres menambahkan. - See more at: http://riaubook.com/berita/8204/kapolda-riau-dicopot-karena-maraknya-kebakaran-lahan-ketua-bem-unri-brigjen-dolly-orangnya-sombong.html/halaman/2/#sthash.jl0ltiYY.dpu

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.