Header Ads

Link Banner

Zulkifli Hasan membuka resmi Olimpiade PPKn 5 se-Riau

Universitas Riau - Digelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kampus Univerista Riau, Selasa (6/3/). Kegiatan tersebut langsung dihadiri Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Dalam sosialisasi ini mantan Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut menjelaskan apa cita cita indonesia dan apa saja 4 pilar kebangsaan itu kepada seluruh peserta Seminar di gedung FKIP Universitas Riau.  turut hadir  Rektor Unri, Walikota Pekanbaru,  Dinas Pendidikan Riau, dan Asisten 3 mewakili plt gubernur serta Presma Unri dan seluruh perwakilan kelembagaan Unri.

Pada kesempatan Seminar ini juga Ketua MPR RI Diminta untuk membuka secara resmi Olimpiade PPKN Ke 5 se Provinsi Riau yang di ikuti oleh kalangan pelajar SD,SMP dan SMA yang di taja oleh Himpunan mahasiswa studi pendidikan pancasila dan kewarga negaraan Universitas Riau.

Dalam Acara ini juga turut dihadiri para pejabat seperti kepala dinas pendidikan provinsi riau. Rektor Universitas Riau dan beberapa anggota DPR RI asal Provinsi Riau. Dalam hal ini ketua MPR RI juga menyampaikan beberapa kutipan pidato Presiden pertama Bung karno di antaranya. " Kami Indonesia tidak mengikut Demokrasi barat, Ekonomi Bebas, dan politik bebas Dan kami juga tidak memakai sistem timur yang komunis. kerna Kami punya sistem sendiri yang kami beri nama Pancasila," ungkap Zulkifli.

Adapun 4 pilar Kebangsaan itu Pancasila-NKRI-Bhineka Tunggal Ika-dan UUD 1945 Empat pilar inilah yang mendasari kedaulatan bangsa indonesia jelas Ketua MPR RI. Selain itu bapak Zulkifli Hasan mengingatkan kgenerasi muda untuk menjauhi narkoba dan LGBT. Jika tidak diperangi, narkoba akan menghilangkan satu generasi di Indonesia.

"Inilah yang disebut Panglima TNI perang yang tidak kelihatan. Bahayanya narkoba bisa menghilangkan satu generasi, artinya 50 tahun bangsa dan bangsa kita bisa melemah," kata Zulkifli Hasan dalam acara "Sosialisasi Kebangsaan 4 Pilar dan Olimpiade PPKn 5 se-Riau" .

Menurut Zulkifli saat ini demokrasi yang begitu luas menimbulkan berbagai persoalan. Ada kelompok LGBT yang menuntut agar keberadaan mereka diakui pemerintah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.