Header Ads

Link Banner

Alumni Faperika UR Sukses Buka Usaha Traveling dan Jualan Pariwisata

Harson SPi (S1 Budidaya Perikanan Faperika 1998)

www.terasunri.com - Sektor Pariwisata saat ini  menjadi idola dalam pengembangkan ekonomi. Bahkan, beberapa daerah menjadikan industri pariwisata sebagai primadona untuk meingkatkan ekonominya. 

Beberapa daerah yang nyatanya sudah sukses menjadikan industri pariwisata sebagai pendapatannya yang besar, di antaranya Bali dan Lombok, bahkan Sumatera Barat serta Sumatera Utara. 

Khusus untuk Riau, wisatawan yang datang juga sudah cukup tinggi dan trennya sudah mulai naik. Hanya saja, karena berada dekat dengan negara tetangga, justru jumlah wisatawan Riau ke luar lebih banyak dibandingkan wisatawan yang datang. Miris memang, namun hal tersebut yang membuat seorang alumni Unri mencoba untuk menjual potensi wisata Riau ke luar negeri.

Meski tidak berbasis pada pariwisata saat kuliah, alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan (Faperika) Universitas Riau 1998 ini justru berkembang menjadi seorang yang konsen dalam menjual potensi wisata di Riau. 

Dimulai dengan hobinya travelling atau berjalan-jalan, Harson SPi mulai berpikir untuk mengembangkan diri memiliki tour and travel. Semua dilalui secara otodidak dengan menjadi staf salah stau travel yang berafiliasi dengan travel di negara Malaysia, Harson saat ini justru menjadi owner tour and travel sendiri dengan nama Direktur PT Anas Surya Mandiri.

‘’Hobinya saya dari dulu memang berjalan-jalan dan keinginan untuk bisa keliling dunia. Tapi setelah ‘mencuri’ ilmu di tempat kerja awal, saya berpikir bagaimana bisa mengembangkan diri untuk menjual potensi pariwisata yang ada di tempat saya lahir dan berkembang. 

Nyatanya saat ini ada banyak potensi wisata yang belum diketahui di luar sana. Jadi sekalian saja, saya berbisnis sambil jalan-jalan. Bahasanya itu sudah dapat jalan-jalan gratis, dibayar pula,’’ seloroh Harson yang berdomisili di Dumai ini.

Diceritakannya, selama ini negara tetangga menjual potensi pariwisata mereka yang sebagian adalah buatan. Bahkan, beberapa di antaranya justru bentuknya hampir sama bahkan lebih unggul dan lebih menarik yang ada di Riau. 

Namun, karena mereka fokus dalam menjual potensi lengkap dengan tawaran-tawaran menarik dan didukung fasilitas sarana dan prasana lengkap membuat nilai jualnya semakin tinggi. Sementara itu, di Riau, sektor parwisata baru akan berkembang dan memulai untuk berkembang. 

Padahal, Harson sendiri menemukan banyak potensi pariwisata yang layak jual namun belum diketahui. Tidak hanya itu, pemerintah juga masih belum benar-benar fokus dalam mengembangkan potensi pariwisata. Karena itu, Harson berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa memotivasi pemerintah dan penggerak pariwisata lainnya agar dapat memajukan sektor pariwisata tersebut.

‘’Harus kita mulai dari saat ini.Jangan sampai nanti justru potensi wisata yang kita miliki orang lain yang mengelola dan menjualnya. Tentu sakit rasanya jadi penonton di rumah sendiri, padahal rumah kita ini memiliki kekayaan yang luar biasa. 

Mudah-mudahan ini bisa memotivasi kita semua. Bagaimana bisa berjalan-jalan sambil menghasilkan uang, dan perlu diingat industri pariwisata tidak akan pernah mati,’’ tuturnya.

Sumber : http://www.riaupos.co/130803-berita-travelling-dan-jualan-pariwisata-.html#ixzz4NDrZLtPq

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.