Header Ads

Link Banner

Alumni Ini Cintai Bahasa Indonesia Dengan Karya

Dahnaryati MPd (Bahasa Indonesia FKIP, 1997)

www.terasunri.com - Semua orang bisa menjadi penulis, tapi tidak semua orang yang bisa jika tidak dimulai dari awal. Namun, untuk memulai karya selalu saja harus ada dorongan dan motivasi dari sesorang. Karena yakin akan semua orang memiliki potensi, Dhanaryati yang berprofesi sebagai guru di SMAN 1 Rengkat meyakinkan anak didiknya untuk berkarya dalam berbahasa. 

Hasilnya, sudah banyak kumpulan karya anak didiknya yang terkumpul dan berbentuk buku yang menarik. Hebatnya, karya-karya tersebut mendapat pengakuan dari berbagai kalangan.

 Tidak cukup sampai di sana, alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Bahasa Indonesia angkatan 1997 tersebut terus menyebarkan ‘virus’ berkarya dengan bahasa Indonesia ke seluruh tempat dan siswanya. Terang saja, selain mengabdi di SMAN 1 Rengat, perempuan ini juga mengabdi sebagai dosen luar biasa di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Indragiri.

‘’Pembelajaran itu tidak hanya sekadar teori, tapi pendekatan melalui praktik juga perlu. Makanya setiap usai mengajar, saya selalu meminta siswa untuk membuat karya dalam seni berbahasa Indonesia. Hasilnya cukup mengesankan, karena mereka bisa menelorkan karya-karya orisinil dan kekinian. Jadi singkron antara yang dipelajari dan apa yang dipraktikkan,’’ terangnya.

Selain memberikan kesempatan untuk unjuk gigi, semua karya siswanya tersebut dibukukan dalam bentuk kliping. Menurutnya, dengan hal tersebut karya-karya siswanya ini bisa dinikmati dan dicontoh serta menjadi motivasi adik kelas mereka. 

Selain itu, karya tersebut akan menjadi ‘monumen’ yang bisa dikenang siswa jika sudah usai kelak. Tidak hanya memotivasi siswa untuk berkarya, perempuan yang juga menggemari kesenian juga mengeksplor anak didiknya dalam bentuk karya film pendek yang sudah membuahkan banyak karya hebat pula. 

Diharapkan dengan menanamkan minat ini, akan ada sutradara atau pelaku seni yang hebat dari Rengat ke depannya. Minatnya akan seni ternyata sudah dimulai sejak lama, pada saat ia sekolah. Selanjutnya, ketika menimba ilmu di kampus tertua di Riau, ia juga aktif dalam sanggar teater dan seni peran.

Jika merunut ke belakang, Dhana mengaku tidak ada niat menjadi seorang guru atau tenaga pendidik. Buktinya, usai selesai kuliah, ia tidak langsung menjadi seorang guru melainkan bekerja di editor Kehumasan Unri serta Lippo. 

Namun, belakangan orangtuanya mendesak untuk ia menjadi guru. Setelah beberapa lama menjadi seorang pengajar, kecintaannya kepada dunia pendidikan tumbuh hingga saat ini. 

Filosifinya juga berubah sejalan dengan keberhasilannya membuat siswa untuk mencintai pelajaran yang diajarkannya, yaitu Bahasa Indonesia dengan motivasi berkarya.

‘’Untuk mendapatkan perhatian, tentu harus memperhatikan mereka juga. Makanya saya selalu mencoba dekat dengan siswa, baik sebagai guru maupun sebagai teman. Saya juga menyebutkan jika hidup ini adalah panggung teater,tapi tetap harus saling menghormati akan peran dan waktunya. Semoga saja, apa yang saya ajarkan ini bisa membuat siswa menjadi lebih baik dan motivasi berkarya dan berinovasi,’’ terangnya.

Sumber : http://www.riaupos.co/130943-berita-cintai-bahasa-indonesia-dengan-karya.html#ixzz4NDsEuJAb

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.