Header Ads

Link Banner

Alumni Sosislogi UR Lewat Sosial Budaya Menjaga Kedaulatan NKRI

Miswanto SSos MSi (Sosiologi FISIP Unri Angkatan 2003)

www.terasunri.com - Menjadi seorang akademisi tidak hanya sekadar menyampaikan ilmu kepada mahasiswa yang hampir setiap harinya berhadapan,  tetapi seorang dosen juga dituntut untuk memiliki peranan penting  di tengah-tengah masyarakat, dalam bentuk sumbangan ide-ide serta pemikiran  yang berguna bagi kehidupan sosial.

Hal tersebut yang mendorong Miswanto SSos MSi untuk mengabdikan diri kepada daerahnya. Ia juga mengetahui dengan jelas, tantangan yang dihadapi masyarakat Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand melalui aspek sosial budayanya. 

Alumni Universitas Riau baik tingkat strata satu maupun dua dalam bidang Sosiologi ini pun sedang mengkaji tentang sosiologi masyarakat kepulauan menghadapi tantangan sosial yang sudah di depan mata saat ini. 

‘’Persoalan-persoalan yang terjadi di wilayah perbatasan itu cukup kompit. Salah satunya adalah gesekan antara nelayan Thailand dengan nelayan lokal yang sampai hari ini masih menjadi persoalan. Hal tersebut tidak bisa dihindari karena memang secara geografis maupun kehidupan sosial masyarakatnya bersinggungan langsung. 

Agar tidak menjadi konflik berkepanjangan, diperlukan perhatian dan kajian lebih mendalam terkait kehidupan sosial negara serumpun ini, terutama masyarakat Kepulauan Riau saat ini,’’ terang Miswanto yang saat ini dipercaya menjadi Ketua Prodi Sosiologi tersebut. 

Sebagai sosiolog, Miswanto asal Sungai Ungar, Pulau Kundur, Kepualauan Riau ini nyatanya tidak hanya sekadar mengaji dan menelorkan karya dalam bentuk buku. 

Ia juga berperan aktif menjadi pendamping masyarakat untuk membantu menyelesaikan konflik sosial yang terjadi. Salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat di Desa Berakit yang terkenal dengan masyarakat suku lautnya. Miswanto telah banyak melakukan kerja di desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut. 

Hadirnya pelabuhan internasional didesa tersebut juga akan berdampak pada krisis sosial, terutama terkait perhatian pemerintah NKRI yang mungkin dinilai lebih rendah dibandingkan negara Malaysia yang dijadikan destinasi mencari makan masyarakat setempat. 

Untuk itu, Miswanto berharap dengan menjadi dosen, ia dapat memberikan wawasan lebih kepada mahasiswa yang sebagian besar berasal dari pulau yang ada di Kepulauan Riau. 

Memotivasi juga dilakukan agar ke depan mereka menjadi agen perubahan sosial dan penjaga kedaulatan NKRI melalui desa terdepan tempat asal mereka. 

‘’Ancaman untuk perubahan sosial terbuka lebar jika memang ada yang lebih memberikan kepastian daripada sekadar janji. Makanya, saya berharap mahasiswa yang ada saat ini bisa menjelma sebagai agen perubahan dan penjaga keutuhan NKRI melalui sosial budayanya. 

Jika bukan kita dan jika kita lalai, bukan tidak mungkin ke depan kita tidak tahu siapa kita sebenarnya,’’ ujarnya.



Sumber : http://www.riaupos.co/131473-berita-menjaga-kedaulatan-nkri-dengan-sosial-budaya.html#ixzz4NPuSh3no

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.