Header Ads

Link Banner

Harris Sebut Amerika dan Jepang Tertarik Tanam Modal di Riau

www.terasunri.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau yang menyebabkan kerusakan kawasan gambut memang bukan hal baru lagi, karena musibah ini sudah berlangsung hampir 19 tahun lamanya. Di balik itu ternyata ada hikmah yang bisa diambil, seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bisa melakukan skema investasi ekosistem restorasi gambut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Harris Gunawan selaku Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) kepada wartawan di Kantor Gubernur Riau, Kamis (6/10/2016).

"Tapi terlebih dahulu petakan daerahnya, mana saja yang masuk zona hutan lindung dan lainnya. J adi, disitu tidak boleh ada penebangan. Harus jelas batasnya dan jelas situasi ekonomi dilapangan tidak boleh overlapping, daerah konflik," katanya.

Investasi penjualan dengan cara mereduksi karbon ini. Menurut Dosen sekaligus Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Riau itu sangat menarik bahkan negara seperti Jepang dan Amerika tertarik menanamkan modal ke Bumi Melayu Lancang Kuning.

"Informasinya dua negara itu. Nah, sebelum investor menginvestasikan itu perlu di clearkan (Selesaikan-red) masalah Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW)," ujarnya.

Gambaran soal investasi ini didapatkan negara-negara tersebut melalui pertemuan forum ekonomi dunia yang dilaksanakan beberapa lalu. Dimana, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla ditemani kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead menyampaikan peluang restorasi gambut pada pertemuan bangsa-bangsa itu.

"Akhirnya, mereka mendapatkan gambaran jelas soal investasi karbon itu. Kalau jepang kita di undang ke Jepang untuk bertemu investor-investor itu," pungkasnya
 
 
Sumber : http://riaukepri.com/berita-amerika-dan-jepang-coba-berinvestasi-di-lahan-gambut-riau.html

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.