Header Ads

Link Banner

Herry, Alumni FKIP UR Yang Hobby Mengabdikan Momen lewat Fotografi

Herry Budiansyah SPd (Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unri, 1992)

www.terasunri.com - Kenangan selalu indah untuk diingat, apalagi itu momen-momen yang mungkin tidak akan terulang lagi di masa akan datang. Berbagai cara dan teknologi dikembangkan untuk bisa mengabadikan momen. Salah satunya menggunakan alat penangkap gambar atau kamera saat ini. Semakin ke depan, teknologi kamera terus berkembang dengan baik serta menjadi lebih praktis, berbanding lurus dengan harga dari kamera tersebut. Nyatanya tetap saja, skill dari manusia di balik kamera yang menentukan hasilnya.

‘’Kamera itu hanya alat, tapi man behind yang paling menentukah hasilnya. Artinya, meski dalam momen yang tepat dan waktu yang pas, jika operatornya amatir, hasilnya tetap tidak bisa dinikmati. Itu yang ingin saya sampaikan dan tularkan kepada masyarakat dengan membiasakan diri pada alat kelengkapannya itu,’’ terang Herry Budiansyah yang mengeluti bidang fotografi di Kota Bertuah Pekanbaru.

Jika menilik ke belakang, Hery bukan berlatar belakang pendidikan pada bidang fotografi. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unri 1992 ini mengaku hanya sekedar hobi saja dan belajar secara otodidak. 

Aktif sebagai pengurus beberapa organisasi di kampus saat kuliah seperti Pramuka dan Senat Mahasiswa, Hery belajar untuk lebih survive dan mengembangkan skill-nya. Terkhusus dengan pendidikan yang didapatnya, memang ia lebih menonjol dalam bidang seni, terkhusus gambar digital dewasa ini. Pemilik Longing Studio ini meyakini, foto bukan sekadar gambar yang diambil atau sekedar menekan tombol kamera, tapi bagaimana sebuah foto itu memberikan gambaran rill yang nyata pada yang melihat.

‘’Fotografi ini sama persis dengan keperluan masyarakat ke depan. Ini lebih pada bagaimana menyampaikan bahasa nonverbal kepada orang melalui foto. Fotografi juga dituntut untuk membuat objek dan subjek bisa dimengerti secara rill. Jadi pesan moralnya bagaimana bisa memberikan gambaran dan informasi untuk penikmat foto dalam kisah yang sebenarnya,’’ ujarnya.

Memberikan frame pada sebuah karya gambar juga menurut Hary dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Ditambah dengan teknologi saat ini dan masa akan datang foto menjadi objek yang paling mudah dan murah untuk bisa dipublikasikan.

 Buktinya, media sosial yang berkembang saat ini lebih didominasi akan karya-karya gambar tidak bergerak tersebut. Ia juga tidak menutup mata, ada banyak karya gambar yang disalahgunakan oknum untuk melakukan fitnah dan propaganda. Untuk itu, ia punya keinginan untuk mengembalikan kemurnian karya gambar pada harfiah yang sebenarnya.

 Dengan keahiliannya menjadi fotografer ini, ia sudah bisa keliling Indonesia bahkan hingga ke luar negeri secara gratis. Tidak hanya itu, kiprahnya tersebut juga dihargai pihak akademis terutama UIN Suska Riau untuk menjadi dosen luar biasa pada Fakultas Komunikasi dan Sosial.

‘’Pendidikan itu penting, dan pendidikan dikombinasi dengan minat akan memuncukan bakat. Mengambil segala peluang adalah kunci untuk mencapai keberhasilan. Apalagi jika pekerjaan itu dijadikan sebagai hobi, tentu lebih menjadi nilai tambah. Harapan saya, bagaimana fotografi ini dipahami masyarakat dan pelaku fotografi ini paham akan nilai estetika maupun etika dalam pengabadian momen. Karena karya itu tidak akan pernah padam, hingga anak cucu dan cicit kita ke depan,’’ ujarnya.

Sumber : http://www.riaupos.co/131062-berita-membingkai-momen-dalam-fotografi.html#ixzz4NDu73FHs

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.