Header Ads

Link Banner

Koordinator Dosen Muda UR, Sahal : Berkontribusi dengan Ide dan Solusi

Muhammad Sahal SSi MSi (Fisika FMIPA Unri, 1991)

www.terasunri.com - Menjadi seorang akademisi tidak melulu hanya menyampaikan ilmu pendidikan kepada mahasiswanya. Seorang akademisi atau bisa dikenal sebagai dosen juga memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosial. 

Pasalnya, sebagai akademisi, seorang dosen juga dituntut memiliki sumbangsih untuk dapat menyampaikan ide maupun memberikan penjelasan bagaimana dampak dari kebijakan pemerintahan. Namun tidak seperti pada mahasiswa yang lebih kepada aksi di jalan, sorang akademisi memberikan masukan melalui ide dan penelitian yang dilakukan secara mandiri maupun berkelompok. 

Hal tersebut yang mendorong Muhammad Sahal SSi MSi yang dalam usia mudanya ditunjuk menjadi Koordinator Dosen Muda Universitas Riau. Soal sumbangan apa yang sudah dilakukannya, forum tersebut pernah menjadi motor untuk ‘mengadu’ masalah asap yang sempat parah terjadi di Riau lebih dari 19 tahun beberapa waktu lalu.

Hasilnya, saat ini pemerintah pusat mulai peduli dan konsentrasi dalam menjalankan amanat masyarakat untuk memberikan jaminan tidak akan ada lagi musim asap di Riau. 

Kritisnya seorang Sahal ini memang disebutnya sudah menjadi kebiasaannya. Pada saat kuliah, Sahal bergabung dengan berbagai organisasi kemahasiswaan yang salah satunya memang kerap menjadi sahabat pengkritik pemerintah. 

Bahkan saat ini, Sahal masih dipercaya menjadi Sekretaris Kahmi Riau serta Sekretaris ICMI Riau. Tidak hanya itu, Sahal juga dipercaya menjadi Koordinator Forum Dosen Muda Universitas Riau hingga saat ini.

‘’Kami tidak mengkritik atau memberikan pendidikan kepada mahasiswa untuk menjadi orang yang pengkritik. Tapi sebagai akademisi, kami juga tentu pasti memiliki solusi bagaimana menyelesaikan masalah. Ini juga bentuk sumbangsih kami agar pemerintah berada dalam jalur yang tepat, terutama untuk kemasyalahatan masyarakat,’’ terangnya.

Sebelumnya, aksi Sahal bersama rekan-rekannya di FDM Unri cukup menggemparkan. Pasalnya, pada masa asap menyelimuti Riau, sempat memberikan deadline kepada pemerintah agar dapat menuntaskan masalah di Riau tersebut. Meski dengan suara lantang, namun Sahal mengaku tetap harus berada di koridornya dalam menyampaikan pendapat maupun kritik. 

‘’Kritik dan demo itu adalah hal yang biasa dan wajar dilakukan jika memang ada yang salah. Tapi perlu diingat juga,penyampaian kritik tidak selalu dengan aksi yang brutal atau tidak terkontrol. Lebih baik menjadi tetangga yang berisik tapi santun dalam menyampaikan pendapat dari pada hanya diam lalu teriak tidak menentu. Sekarang pertanyaannya, sudah berapa banyak yang kita berikan untk negeri ini,’’ ujarnya.

Sumber : http://www.riaupos.co/130665-berita-berkontribusi-ide-dan-solusi.html#ixzz4MeQ1lHnM

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.