Header Ads

Link Banner

Syafrani : Hardskill dan Softskill Menjadi Nilai Tambah Hadapi Tantangan

Prof Dr Syafrani MSi (FMIPA Kimia, 1981)

www.terasunri.com - Kerja keras dan berdoa selalu menjadi senjata agar orang bisa maju dan terus berkembang. Hal tersebut juga dibuktikan mantan Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru ini. 

Sebagai alumnus Unri 1981, Prof Dr Syafrani MSi mengaku tidak mudah dalam menjalankan karirnya dalam bidang akademis. Menempuh waktu nyaris satu jam hanya untuk mendapatkan ilmu dari sekolah pernah dijalaninya. 

Terang saja, pada saat itu belum ada kendaraan umum di kampung halamannya di Bangasiapi-api, bahkan kendaraan pribadi juga tidak ada. Tapi nyatanya, Syafrani sukses selalu menjadi yang terbaik. Bahkan, saat kuliah juga Syafrani hidup secara mandiri dengan menjadi penjaga apotek 24 jam dengan bekal bersekolah di jurusan farmasi. 

Tak cukup dari itu, Syafrani juga keluar masuk kampung untuk ikut dalam pertandingan antar kampung (tarkam) mulai dari voli hingga sepakbola. Hasilnya, ia lulus sebagai sarjana dengan kemampuannya sendiri.

‘’Jika bicara prestasi, mungkin tidak begitu bergelimang. Tapi memang saya diajarkan untuk mandiri dan semua itu bisa dilakukan dan dijalani. Yang penting bagaimana kita mengerjakannya dengan hati dan hasilnya akan datang sendiri keberhasilannya,’’ ujar Syafrani.  
Semasa kuliah, nyatanya Syafrani tidak hanya mampu memiliki nilai akademis yang cukup memuaskan. Ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan memiliki peranan cukup besar, terutama organisasi kemahasiswaan asal daerahnya. 

Dalam perjalanan karirnya, Syafrani pada awalnya dipercaya menjadi dosen di Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) sebagai asisten. 

Hingga akhirnya pada karir puncaknya, Syafrani dipercaya sebagai rektor kampus yang berada di Rumbai, Pekanbaru itu selama empat tahun. 

Kepercayaan yang besar sebagai alumni Unri di kampus Unilak tersebut membuatnya harus membuktikan diri memajukan pendidikan di sana. Ia juga meyakini jika majunya perguruan tinggi dilihat dari output mahasiswanya. Maka diperlukan peningkatan prestasi dan kemampuan dalam berbagai bidang. 

Untuk itu ada dua hal yang didapat dari kuliah, yaitu hardskill dan softskill. Hardskill  merupakan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, sedangkan softskill merupakan cara berpikir, berkomunikasi, berkreasi dan berorganisasi.

 ‘’Dapatkan kedua hal tersebut, dan yakinlah itu akan menjadi nilai tambah untuk kita menghadapi tantangan masa akan datang yang lebih besar,’’ pesannya.


Sumber : http://www.riaupos.co/130432-berita-kombinasi-hardskill-dan-softskill.html#ixzz4MNRFregP

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.