Header Ads

Link Banner

Alumni FE Jabat Redaktur Eksekutif di Majalah Tempo

Wahyu Widyatmika, Philpus Parera, dan Setri Yasra, di Kantor Tempo
terasunri.web.id - Regenerasidalam organisasi adalah kejadian yang tidak terhindarkan—juga di redaksi Tempo. Kegiatan ini tidak hanya terjadi di majalah berita mingguan Tempo, tapi juga di dapur dua saudara kandung: Koran Tempo dan portal berita Tempo.co. Peralihan tongkat kepemimpinan menandakan tak ada yang tetap dalam organisasi, kecuali perubahan itu sendiri.
Regenerasi di jajaran redaksi tiga outlet Tempo kembali kami lakukan pekan lalu. Terhitung 1 September 2017, sejumlah posisi penting diisi darah baru.
Di majalah Tempo, Setri Yasra (43 tahun) diangkat menjadi redaktur eksekutif, mendampingi Arif Zulkifli sebagai pemimpin redaksi. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Riau ini selama dua bulan sebelumnya menjabat Redaktur Eksekutif Koran Tempo. Sebagai kepala kompartemen, Setri pernah menjadi redaktur pelaksana di tiga desk, yaitu nasional, ekonomi-bisnis, dan investigasi—kompartemen “panas” yang melahirkan banyak laporan panjang dan laporan utama.
Wahyu Dhyatmika, 39 tahun, yang sebelumnya menjabat Redaktur Eksekutif Majalah Tempo, didapuk menjadi Pemimpin Redaksi Tempo.co. Lulusan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga dan penerima Nieman Fellowship ini pernah menjadi redaktur pelaksana pusat liputan dan redaktur desk investigasi. Komang, demikian Wahyu biasa disapa, menggantikan Burhan Solikhin, yang masuk ke jajaran direksi PT Info Media Digital—perusahaan yang menaungi Tempo.co.
Adapun posisi Redaktur Eksekutif Koran Tempo akan diisi Philipus Parera (47 tahun). Lulusan Fakultas Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan master komunikasi internasional dari Leeds University (Inggris) ini malang-melintang sebagai wartawan investigasi, dan terakhir menjadi redaktur pelaksana desk metropolitan di Koran Tempo. Philipus sehari-hari akan bekerja bersama Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso.
Tiga darah baru di ruang redaksi ini terhubung dalam benang merah: wartawan investigasi. Setri Yasra pernah melahirkan liputan yang membongkar skandal perkara korupsi, seperti rekening gendut jenderal polisi (2010), penyelewengan proyek KTP elektronik (2011), dan korupsi di Korps Lalu Lintas Polri (2012). Sedangkan Philipus membongkar penggunaan bahan kedaluwarsa di restoran siap saji Pizza Hut. Adapun Wahyu Dhyatmika memimpin tim Tempo dalam kerja besar konsorsium jurnalis internasional lewat investigasi Panama Papers.
Kami memang memilih jalan menjadikan jurnalisme investigasi sebagai tulang punggung liputan kami. Melahirkan wartawan yang militan dalam mengungkap berbagai ragam skandal menjadi strategi dalam melahirkan liputan-liputan berkualitas.
Ketiga “pendatang baru” diharapkan dapat meningkatkan kualitas liputan kami dari waktu ke waktu. Semua itu dengan harapan bahwa kami bisa memberikan berita bermutu kepada Anda, pembaca budiman.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/2017/09/11/078907994/Spesialis-Investigasi-di-Dapur-Redaksi-Tempo

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.