Header Ads

Link Banner

BEM UR bersama Kelembagaan Gelar Aksi Solidaritas Bela Rohingya


terasunri.web.id - Sebagai bentuk solidaritas terhadap krisis yang dialami etnis Rohingya di Myanmar, ratusan massa aksi yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR), perwakilan kelembagaan selingkungan Universitas Riau dan mahasiswa Universitas Riau menggelar aksi solidaritas untuk Rohingya di Jalan Soebrantas depan Hotel Mona. Aksi solidaritas yang diselenggarakan pada Jumat 8 September 2017 ini merupakan aksi lanjutan dari eskalasi gerakan yang telah dibangun pada hari sebelumnya, yakni aksi penggalangan dana yang dilakukan di simpang lampu merah depan mall Ska dan berhasil mengumpulkan total sumbangan sebesar Rp 23.368.000 serta audiensi ke Dewan Perwakilan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPD WALUBI) Kota Pekanbaru.


Sebelum melakukan aksi damai di depan Hotel Mona, massa aksi laki-laki terlebih dahulu melakukan qunut nazilah dan shalat ghaib pasca shalat jumat dan dilanjutkan dengan penjemputan massa aksi ke Fakultas-Fakultas yang ada di Universitas Riau. Massa kemudian tiba di titik aksi pada pukul 14.00 dan dikomandoi oleh Alvian Syahrizal selaku koordinator lapangan yang juga merupakan Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM UR. “Hari ini kita ingin mahasiswa dan masyarakat dapat mengingat kembali arti sila kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab”, dan kita ingin mengetuk hati masyarakat Riau bahwa yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar adalah kejahatan kemanusiaan yang sangat biadab” sebut Alvian Syahrizal.

Rinaldi selaku Presiden Mahasiswa menambahkan dalam orasinya bahwa konflik yang terjadi harus segera diselesaikan. “Pemerintah Indonesia harus segera memberikan segala bentuk bantuan kepada masyarakat Rohingya karena hal tersebut merupakan realisasi dari pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia wajib ikut andil dalam melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Dalam aksi yang diselenggarakan, terlihat juga sekelompok massa aksi yang mengenakan topeng Aung San Suu Kyi dan Ashin Wiratu sebagai bentuk simbolis dalang dibalik kebiadaban yang terjadi di Myanmar. Aksi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap BEM UR dan kelembagaan selingkungan Universitas Riau yang menuntut agar segala bentuk penindasan kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi korban penindasan Rohingya.

Pernyataan sikap BEM UR dan Kelembagaan selingkungan Universitas Riau terhadap perlawanan ketidakadilan HAM untuk Rohingya dapat dibaca lebih lanjut di : http://bit.ly/PernyataanSikapAksiRohingyaBEMUR



Sumber : Facebook Kabinet Pilar Peradaban (BEM Universitas Riau)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.