Header Ads

Link Banner

Sila Ke-2 : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

by : Andres Pransiska (Presiden Mahasiswa BEM UR 2015/2016)
terasunri.blogspot.co.id - Bicaralah Bapak Presiden @Jokowi. Berwibawalah bapak presiden. Karena bapak adalah pemimpin bangsa beradab, bangsa merdeka.
Bertindaklah Bapak Presiden. Karena peduli juga bukan hanya sekedar bicara saja. Bertindak, berkerja Bersama melawan ketidakadilan atas HAM.

Jangan Bingung, Jangan Ragu apalagi Bimbang.

Negara Indonesia adalah Negara dengan Dasar Negara Pancasila. Sila Ke-2 dengan Kemanusiaan yang adil dan beradabnya. Bahkan dalam alenia Ke-4 Pembukaan UUD 1945, Menjelaskan tujuan Bangsa ini untuk ikut dalam melaksanakan ketertiban dunia. Maka bicaralah pada PBB, bicaralah pada dunia. sampaikan pada dunia dan PBB. Mereka Myanmar, Pemerintah Myanmar adalah Orang-orang yg tidak beradab. Yang sudah melanggar HAM. Gelisahlah. Ambil sikap. Jangan sampai ketidakadilan ini dibiarkan merajalela diatas muka bumi ini.

Link Banner

Negara Indonesia adalah Negara yg termasuk dalam anggota ASEAN. Bahkan salah satu penggagasnya. Panggil seluruh Anggota ASEAN. Diskusikan, Rembukan. Langkah konkrit apa yg harus diambil. Bisa dengan kesepakatan Bersama ASEAN meminta Myanmar untuk mengecam dan menghentikan tindakan Genosida yg diluar batas kemanusiaan. Bisa dengan mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN. Bisa dengan mengebargo Myanmar bersama sama anggota ASEAN.

Indonesia adalah Negara Kepulauan dengan luas wilayah terbesar di Asia Tenggara. Jika Banglades, Malaysia, Filipina, Singapura tidak mampu dan tak mau menampung para etnis rohingya yg mengungsi. Maka Luasnya Wilayah Indonesia bisa digunakan untuk menampung mereka. Bisa digunakan untuk tempat pengungsian. Satu Pulau yg digunakan takkan mampu menghilangkan dan mengurangi luasnya wilayah Indonesia.

Indonesia adalah Negara dengan Muslim terbesar di dunia. Bicaralah kepada Negara-negara Islam dunia, bicaralah kepada OKI. Solidkanlah. Atas Langkah dan bantuan apa yg bisa diberikan untuk Muslim Rohingya.

Negara Indonesia adalah Negara dengan Mayoritas pengguna Sosmed terbesar di Dunia. Serukanlah, Himbaukanlah kepada Seluruh Penduduk Indonesia untuk menandatangani Petisi Pencabutan Nobel Aung san Suu kyi. Jika penerima Nobel tidak bisa menjaga “perdamaian” maka demi perdamaian dan persaudaraan sudah selayaknya perhargaan yang diterimanya harus dikembalikan atau dicabut oleh Komite Nobel. Dan mintalah kepada Ketua Komite Nobel untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Aung san Suu Kyi.

Negara Indonesia adalah Negara yang mayoritas Masyarakatnya sering melakukan aksi dan Demo. Panggillah para Aktivis Kemanusiaan, Aktivis Mahasiswa, Ormas, LSM, BEM2, para pemuka agama, dll. Serukanlah dan Intruksikan kepada mereka untuk menggelar Aksi Solidaritas untuk Muslim Rohingya. Ajak mereka untuk menggelar dan melakukan Doa Bersama untuk Rohingnya.

Negara Indonesia adalah Negara yg sudah lama menjalin Kerjasama dengan Myanmar. Panggilah Duta Besar Myanmar. Minta penjelasan. Ungkap fakta. Lalu Ambil Sikap. Kemudian Panggil juga Duta besar Indonesia di Myanmar. Minta Pertanggung jawabkan. Bisa dengan menghentikan pertemanan sementara. Bisa juga dengan mengusir Dubes Myanmar untuk pulang kampung sementara.

Lalu apalagi lagi yg membuatmu untuk ragu dan bertindak wahai Bapak Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara Indonesia?? Untuk bertahan menjadi manusia. Kita betul-betul akan diuji. Orang-orang harus dibangunkan dan kesaksian harus diberikan. Semoga Orang ROHINGYA diselamatkan dari Bencana.


Link Banner

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.